Saturday, August 13, 2011

Bismillah^^

Yippi!
Udah lama nih nggak terjun ke dapur pagi-pagi. Lama tak menyapa ulekan, talenan, pisau, penggorengan, dan kawan-kawannya. Kemana aja kemarin-kemarin? Hehe, ngemong mahasiswa ^__^

Sekarang, (gulung lengan baju) kita akan bikin Setup Telur!
Setup Telur ini adalah salah satu menu superpraktis yang jadi andalan pitri. Kalau bahan-bahan terbatas, waktu mepet, kepingin yang seger, dan cepet, ya bikin si Setup ini. Gampang banget kok.. mulai dari bahan sampai makannya. Hehe, giliran makannya aja, gampang..

Oke, ini dia bahannya:
1 buah telur. Boleh telur ayam, bebek, asal jangan telur asin.
1 bawang merah
1 bawang putih
5 cabe rawit (sesuai kemampuan perut)
1/2 sdt garam
2 gelas air

-> biar ramai, sehat, dan lebih enak, boleh ditambah sawi, baso, dan lain-lain.

Let's make some act..

1. iris bawang merah dan putih, juga cabe rawit
2. Panaskan minyak di wajan, oseng bawang dan cabe sebentar
3. Masukan tim hore (sawi atau baso dll) sampai matang dan layu
4. Tuang 2 gelas air
5. Ceplok telur. Jangan diaduk, biarkan terebus sampai matang.
6. Jangan lupa garam dan bumbu penyedap kalau suka..
7. Angkat.

Hmm, enaknya dimakan pas masih hangat.. pakai nasi biar kenyang.. Apalagi kalau cuaca dingin dan hujan. Hmm..
Nikmat juga buat sahur, jadinya perut nggak mual.. ringkas lagi. Kalo buat saya yang suka ditinggal sahur sama orang-orang rumah (lantaran bangunnya belakangan, mengakhirkan sahur gitu loh ^^), terus makanan udah pada ludes des, ya inilah menu andalan ..

Manchap! rate *****

Rata-rata orang, lebih mengambil pilihan untuk memiliki hidup yang aman dan tenang. Atas nama privasi, privillage, dan apalah namanya itu. Aman, yaitu segala yang ia butuhkan terlindung, dan atau berada pada area jangkauan tangan. Aman, bebas, jauh, tak tersentuh ancaman apapun yang bisa membahayakan eksistensi mereka.

Meskipun ada golongan lain yang menyukai segala macam tantangan, bahaya, aliran adrenalin di pembuluh syaraf mereka, namun pada dasarnya aman adalah prioritas mereka. Hmm, nggak ada kan orang main bungee jumping tanpa pengaman, atau naik rollercoster dengan kunci pengaman terbuka. Dilakukan persiapan-persiapan teliti untuk memastikan, bahwa sebenarnya mereka aman.

Rasa aman tak selamanya mengamankan kita secara berwujud. Justru lebih berbahaya. Rasa aman yang menipu, dimana semuanya terlihat baik-baik saja, terlihat sempurna, dan tanpa cela. jika kita merasa aman dari adzab Allah , misalnya. Patut dipertanyakan darimana rasa aman itu.

Maka, keluarlah dari zona aman. Masih banyak dimensi hidup yang belum terjamah, sesuatu yang terlihat berbeda saat dipandang dari teropong di dalam zona aman. Keluar dari zona aman, rasakan bagaimana Allah mengajarimu dan menuntunmu melalui cobaan, kepedihan, dan hantaman masalah. Rasakan ketakutannya, ketegangannya. Asah mental dan raga dengan tumbukan di berbagai sisi. Layaknya bola tenis, semakin kuat kita membantingnya, semakin tinggi ia melambung. Ia mengembalikan daya banting tersebut dengan lambungan, bantahan, reaksi yang melampaui sakit bantingannya.

Rasa aman dan nyaman karenanya seringkali menipu. Saat mengira kita akan baik-baik saja, justru banyak ancaman yang mengintai di tempat kita duduk diam. Saat mengira kita akan tumbuh besar dengan aman dan terjaga, sesungguhnya kita hanya tumbuh sebatas pagar aman yang menjaga kita. Saat diluar sana begitu bising dan liar, lalu kita memilih mendekam di balik arena dan nyaman dalam aman, sesungguhnya kita melewatkan banyak hal berharga yang mungkin tak akan lewat untuk kedua kalinya.. Life is short, life is for once, life is adventure (jadi ngiklan dah ^^)

Sooo.. bangun, dan singkap selimut yang membatasi mata telingamu. Buka jendela lebar-lebar, dengarkan riuhnya, nikmati arusnya, rasakan hidupnya.. mari keluar zona aman. Asal nggak keluar dari zona syari'at..


Sunday, August 7, 2011
“Is?”

“Emm?”

“Apakah engkau punya waktu sebentar?”

“Mmm, tentu, jika itu untukmu..”

“Bersyukurnya diriku dianugrahkan sahabat sepertimu, Is.”

“Memangnya aku tidak? Walaupun kau bawel, cerewet, dan jail.hihi”

“Haha.. Emm,Is, boleh kita serius sekarang?”

“Hmm, ya, ya, maafkan aku. Nah, ada apa Na?”

“Aku capek, Is.”

“Hmm??”

“Aku lelah. Lebih baik aku mundur teratur.”

“Hei, ada apa ukhti??”

“Aku merasa tak mampu lagi mengemban amanah ini. Aku merasa diriku belum ahsan.. aku ..aku..aku takut kaburo maqtan, Is..”
Thomas Wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya antarnegara bagian ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.

Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, “Asyik sekali mengobrol denganmu.”

Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun.

“Astaga, untung kau ketemu aku,” Wheeler menyombong. “Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama.”

“Sayangku,” jawab istrinya, “Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin.” (The Best Of Bits & Pieces, satu dari 71 Kisah dalam Buku Chicken Soup For The Couple’s Soul)
Monday, August 1, 2011

Indahnya dunia dapat kumemandangnya
Syukur tlah kau beri penglihatanku ini
Walaupun terkadang dosa mengundang mata
Trus merasukiku untuk melupakanMu
mengganti kaji ayatMu dengan dosa kesenangan sementara.....
Kumemohon kepadaMu jangan ambil penglihatanku
Hitam kelam hanya gelap yang akan bertandang
Untuk yang kesekian kali berikan kessempatan lagi
Masih ingin aku melihat kebesaranMu
Allah jangan ambil penglihatanku
(-->  ketika mata yang memandang dunia mulai memudar buram menuju hitam, siapkah kita menerima semua karena gelap keabadian akan menyapa, apakah kita akan lakukan yang terbaik karena sebentar lagi cahaya tak lagi bicara ,hanya kenangan di kepala tentang merah,biru ,kuning yang tersisa dan akhirnya semua terlupa )

Adapted from “Jangan Ambil Penglihatanku”
A Nasyid by Tazakka





Lomba

Hidup ini memang bisa dikatakan perlombaan. Jika disebut perlombaan, maka ada sesuatu yang diadu disini. Ada nilai yang menjadi standar, yang sama-sama dipacu untuk mencapai finish.
Banyak hal yang menjadi standardisasi. Katakanlah lomba lari, lomba balap karung, lomba makan kerupuk yang menomorsatukan kecepatan. Atau lomba menulis, lomba cerdas cermat, lomba tilawah qur'an, dan lain-lain yang mementingkan substansi. Semua perlombaan. Dan sangat lazim bagi sebuah perlombaan, untuk menelurkan pemenang.

Klasiknya, semenjak belum berbentuk apa-apa pun, kita sudah dipacu oleh lomba. Tentu tahu tentang kisah Sperma Sang Juara kan? Dan seterusnya, kita berlomba. Bersaing. Adu cepat, adu cerdas, adu kualitas, adu kuantitas. Dirumah, bersaing dengan saudara-saudara untuk merebut perhatian orangtua. Di jalanan. Masuk SMP, SMA, kuliah.. semua berpacu antara kecepatan, otak, dan mungkin sedikit keberuntungan.
Belum lagi yang berlomba dengan masalahnya. Selayaknya lomba lari, kucing-kucingan dari masalahnya sendiri. Padahal Allah sayang padanya, andai ia mau berbaik sangka, dan menyalami serta merangkul masalah tersebut sebagai kawan hidup. Untuk memetik hikmah darinya. Untuk mengupgrade bekal hidupnya. Untuk memelihara sabarnya.

Sampai akan mati pun, kebanyakan kita berlomba dengan maut atau penyakit. Siapa duluan kah, antara sel darah putih atau virus yang menguasai sistem tubuh kita. Siapa duluankah, antara sel kanker ganas dengan silet dokter bedah yang mengoyak organ kita.

Hidup ini mungkin seperti perlombaan.
Dan perlombaan mengajarkan kita apa artinya sportif. Bagaimana pedihnya kalah dan euforia kemenangan. Betapa penting artinya untuk terus mencoba. Menghargai kejujuran dan peraturan. Menghargai kebersihan proses untuk hasil yang baik. Hidup ini seperti perlombaan, hanya saja sebuah lomba yang panjang, melelahkan, penuh strategi. Jangan biarkan proses berlalu tanpa ada poin hikmah yang bisa kita ambil. Jangan biarkan proses melemahkan hasil. Selalu luruskan niat..

#yuk, fastabiqul khairat!

Followers

Twitter

Twitter

Tuit!

^_^

My Photo
Fitri Nusya
Depok, Jawa Barat, Indonesia
a sanguine girl. an art, cat, and culinary enthusiast.
View my complete profile
pitrinusya's another blog. Powered by Blogger.