Thursday, September 8, 2011

 UNTUKMU KADER DAKWAH Oleh : Ust. Rahmat Abdullah

1. Al-Fahmu
Yang kami maksud dengan Al-Fahmu adalah Anda menyakini bahwa fikrah (pandangan) kami adalah fikrah islamiyah yang solid dan tangguh, serta anda memahami islam seperti anda memahami islam seperti apa yang kami pahami dalam kerangka dua puluh landasan (Ushul Isyruun).
{Hasan Al-Banna}
Taka ada perintah meminta tambahan seperti perintah meminta tambahan ilmu. Bahkan perintah itu diarahkan kepada rasul pilihan SAW.
”Dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."”
(Q.S 20:114)
2. Al-Ikhlash
Yang kami maksud dengan al-ikhlash adalah seluruh ucapan, perbuatan dan perjuangan seorang aktivis muslim selalu ditujukan dan dimaksudkaqn hanya kepada allah ta’ala saja, serta memohon ridha-Nya semata. Tidak ingin mengharap imbalan apapun, baik berupa harta, tahta, martabat dan kedudukan, tanpa melihat maju mundurnya perkembangan dakwahnya. Dengan demikian, ia telah menjadi seorang “jundi” (prajurit) baik secara intelektual maupun aqidah, bukan seorang jundi yang mencari imbalan dan manfaat, seperti yang difirmankan Allah:
“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Q.S Al-An’am : 162)
Dengan demikian , seorang aktivis muslim selalu memahami slogan muslim yaitu “Allahu Ghoyatuna” allah tujuan kami dan “Allah maha besar dan bagi-Nya segala puja dan puji”
(Hasan Al-Banna)
3. Al-Amal
Yang kami inginkan dari al-amal adalah buah dari ilmu dan al-ikhlas seperti yang disebutkan dalam al-quran “Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”(Q.S At-Taubah :105)
Adapun urutan amalnya ialah
a. Mengoreksi dan memperbaiki diri
b. Membentuk dan membina keluarga muslim
c. Memberi petunjuk dan membimbing masyarakat dengan dakwah
d. Membebaskan tanah air dari penguasa asing
e. Memperbaiki pemerintahan
f. Mengembalikan kepemimpinan dunia kepada umat islam.
g. Menjadi soko guru dunia dengan menyebarkan dakwah islamiyah keseluruh penjuru dunia.
(Hasan Al-Banna)
4. Al-Jihad
Yang kami maksud dengan jihad adalah suatu kewajiban yang tidak pernah akan berhenti sampai hari kiamat Adapun urutan paling bawah dari jihad adalah ingkar hati dan yang paling tinggi ialah perang mengangkat senjata di jalan allah. Sedangkan ditengah-tengah itu adalah jihad lisan, pena, tangan dan berkata benar di hadapan penguasa dzalim.
Dakwah tidak akan hidup tanpa jihad, karena kedudukan jihad dalam da’wah ialah bahwa jihad itu merupakan jalan satu-satunya untuk menghantarkan jalan da’wah ini. Seberapa besar pengorbanan dalam da’wah pasti akan mendapakan balasan dari Allah.” Dan berjihadlah dijalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad” (Q.S Al-Hajj :78) dengan begitu seorang aktivis akan mengerti maksud dari slogannya yaitu ”Jihad adalah jalan kami”
{Hasan Al-Banna}
5. At-Tadhhiyah
Yang kami maksud dengan at tadhhiyah (pengorban) adalah pengorbanan jiwa raga, harta dan waktu serta segala sesuatu dalam rangka mencapai tujuan. Dan tidak ada kata jihad di dunia ini tanpa adanya rasa pengorbanan. Anda jangan merasa bahwa pengorbanan anda akan hilang begitu saja demi meniti jalan fikrah ini. Tapi itu tidak lain adalah sebuah ganjaran yang melimpah dan pahala yang besar, barang siapa yang tidak mau berkorban dengan kami maka ia berdosa. Dengan ini maka anda memahami slogan ”Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi”
{ Hasan Al-Banna}
6. At-Tho’ah
Yang kami maksud dengan At-tho’ah adalah melaksanakan sekaligus menjalankan perintah tanpa adanya penolakan baik dalam kelapangan maupun kesempitan, dalam suka maupun duka.
{ Hasan Al-Banna}
7. Ats-Tsabat
Yang dimaksud dengan tsabat adalah tetaplah anda sebagai aktifis muslim yang selalu aktif berjuang pada jalan allah yang di tujunya, walupun masanya panjang bahkan sampai bertahun-tahun, sampai bertemu allah rabbul ‘alamin dalam kondisi seperti itu dengan meraih salah satu dari dua kebaikan, berhasil mencapai tujuan atau meraih syahadah pada akhirnya.
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya),”(Q.S Al-Ahzab :23)
Waktu bagi kami merupakan bagian dari solusi sebab jalan dakwah itu panjang dan jauh jangkauannya serta banyak rintangannya. Tapi semua itu adalah cara untuk mencapai tujuan dan ada nilai tambah berupa pahala dan balasan serta menarik .
{ Hasan Al-Banna}
8. At-Tajarrud
Makna dari tajarrud bagi kami adalah agar anda membersihkan fikrah anda dari segala pengaruh dasar-dasar hidup dan sosok pribadi orang-orang selain fikrahmu, sebab ia paling tinggi dan paling komplit dari yang lainnya.
{ Hasan Al-Banna}
“Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.” (Q.S Al-baqarah :138)

9. Al-Ukhuwah
Arti ukhuwah yang kami maksudkan disini adalah agar anda seorang aktifis dakwah menggabungkan antara hati dan ruh dengan tali aqidah, sementara aqidah itu sendiri merupakan tali-tali yang paling kuat dan mahal. Ukhuwah adalah saudara seiman, sementara perpecahan itu saudara kekafiran. Kekuatan yang pertama adalah kuatnya persatuan dan kesatuan, tak ada persatuan bila tak ada cinta kasih sedangkan derajat cinta yang paling rendah ialah saudaramu yang selamat dari buruk sangkamu kepada saudara muslim lainnya sedangkan yang paling tinggi ialah itsar yaitu mendahulukan kepentingan saudaranya dari pada kepentingan pribadi.
{ Hasan Al-Banna}

10. Ats-Tsiqah
Yang dimaksud dengan ats-tsiqah adalah kepercayaan dan ketenangan (kemantapan hati) seseorang jundi terhadap pimpinanya dalam hal kemampuan dan keikhlasan. Sebab kepercayaan dalam hal ini akan menciptakan rasa hormat dan taat.
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (Q.S An-Nisa 65:)
Pimpinan adalah bagian dari dakwah tak ada dakwah bila tanpa ada kepemimpinan. Dan rasa saling percaya antara pemimpin dengan jundinya inilah yang akan melahirkan kekuatan stuktur dakwak pengaturan strategi dan keberhasilan dalam mencapai tujuan serta kemampuannya menanggulangi segala rintangan dan kesulitan yang menghadang dakwah.
{ Hasan Al-Banna}
“Ta'at dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.”
(Q.S Muhammad:21) 
http://gobensy.blogspot.com/
Saturday, August 13, 2011

Bismillah^^

Yippi!
Udah lama nih nggak terjun ke dapur pagi-pagi. Lama tak menyapa ulekan, talenan, pisau, penggorengan, dan kawan-kawannya. Kemana aja kemarin-kemarin? Hehe, ngemong mahasiswa ^__^

Sekarang, (gulung lengan baju) kita akan bikin Setup Telur!
Setup Telur ini adalah salah satu menu superpraktis yang jadi andalan pitri. Kalau bahan-bahan terbatas, waktu mepet, kepingin yang seger, dan cepet, ya bikin si Setup ini. Gampang banget kok.. mulai dari bahan sampai makannya. Hehe, giliran makannya aja, gampang..

Oke, ini dia bahannya:
1 buah telur. Boleh telur ayam, bebek, asal jangan telur asin.
1 bawang merah
1 bawang putih
5 cabe rawit (sesuai kemampuan perut)
1/2 sdt garam
2 gelas air

-> biar ramai, sehat, dan lebih enak, boleh ditambah sawi, baso, dan lain-lain.

Let's make some act..

1. iris bawang merah dan putih, juga cabe rawit
2. Panaskan minyak di wajan, oseng bawang dan cabe sebentar
3. Masukan tim hore (sawi atau baso dll) sampai matang dan layu
4. Tuang 2 gelas air
5. Ceplok telur. Jangan diaduk, biarkan terebus sampai matang.
6. Jangan lupa garam dan bumbu penyedap kalau suka..
7. Angkat.

Hmm, enaknya dimakan pas masih hangat.. pakai nasi biar kenyang.. Apalagi kalau cuaca dingin dan hujan. Hmm..
Nikmat juga buat sahur, jadinya perut nggak mual.. ringkas lagi. Kalo buat saya yang suka ditinggal sahur sama orang-orang rumah (lantaran bangunnya belakangan, mengakhirkan sahur gitu loh ^^), terus makanan udah pada ludes des, ya inilah menu andalan ..

Manchap! rate *****

Rata-rata orang, lebih mengambil pilihan untuk memiliki hidup yang aman dan tenang. Atas nama privasi, privillage, dan apalah namanya itu. Aman, yaitu segala yang ia butuhkan terlindung, dan atau berada pada area jangkauan tangan. Aman, bebas, jauh, tak tersentuh ancaman apapun yang bisa membahayakan eksistensi mereka.

Meskipun ada golongan lain yang menyukai segala macam tantangan, bahaya, aliran adrenalin di pembuluh syaraf mereka, namun pada dasarnya aman adalah prioritas mereka. Hmm, nggak ada kan orang main bungee jumping tanpa pengaman, atau naik rollercoster dengan kunci pengaman terbuka. Dilakukan persiapan-persiapan teliti untuk memastikan, bahwa sebenarnya mereka aman.

Rasa aman tak selamanya mengamankan kita secara berwujud. Justru lebih berbahaya. Rasa aman yang menipu, dimana semuanya terlihat baik-baik saja, terlihat sempurna, dan tanpa cela. jika kita merasa aman dari adzab Allah , misalnya. Patut dipertanyakan darimana rasa aman itu.

Maka, keluarlah dari zona aman. Masih banyak dimensi hidup yang belum terjamah, sesuatu yang terlihat berbeda saat dipandang dari teropong di dalam zona aman. Keluar dari zona aman, rasakan bagaimana Allah mengajarimu dan menuntunmu melalui cobaan, kepedihan, dan hantaman masalah. Rasakan ketakutannya, ketegangannya. Asah mental dan raga dengan tumbukan di berbagai sisi. Layaknya bola tenis, semakin kuat kita membantingnya, semakin tinggi ia melambung. Ia mengembalikan daya banting tersebut dengan lambungan, bantahan, reaksi yang melampaui sakit bantingannya.

Rasa aman dan nyaman karenanya seringkali menipu. Saat mengira kita akan baik-baik saja, justru banyak ancaman yang mengintai di tempat kita duduk diam. Saat mengira kita akan tumbuh besar dengan aman dan terjaga, sesungguhnya kita hanya tumbuh sebatas pagar aman yang menjaga kita. Saat diluar sana begitu bising dan liar, lalu kita memilih mendekam di balik arena dan nyaman dalam aman, sesungguhnya kita melewatkan banyak hal berharga yang mungkin tak akan lewat untuk kedua kalinya.. Life is short, life is for once, life is adventure (jadi ngiklan dah ^^)

Sooo.. bangun, dan singkap selimut yang membatasi mata telingamu. Buka jendela lebar-lebar, dengarkan riuhnya, nikmati arusnya, rasakan hidupnya.. mari keluar zona aman. Asal nggak keluar dari zona syari'at..


Sunday, August 7, 2011
“Is?”

“Emm?”

“Apakah engkau punya waktu sebentar?”

“Mmm, tentu, jika itu untukmu..”

“Bersyukurnya diriku dianugrahkan sahabat sepertimu, Is.”

“Memangnya aku tidak? Walaupun kau bawel, cerewet, dan jail.hihi”

“Haha.. Emm,Is, boleh kita serius sekarang?”

“Hmm, ya, ya, maafkan aku. Nah, ada apa Na?”

“Aku capek, Is.”

“Hmm??”

“Aku lelah. Lebih baik aku mundur teratur.”

“Hei, ada apa ukhti??”

“Aku merasa tak mampu lagi mengemban amanah ini. Aku merasa diriku belum ahsan.. aku ..aku..aku takut kaburo maqtan, Is..”
Thomas Wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya antarnegara bagian ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.

Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, “Asyik sekali mengobrol denganmu.”

Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun.

“Astaga, untung kau ketemu aku,” Wheeler menyombong. “Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama.”

“Sayangku,” jawab istrinya, “Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin.” (The Best Of Bits & Pieces, satu dari 71 Kisah dalam Buku Chicken Soup For The Couple’s Soul)
Monday, August 1, 2011

Indahnya dunia dapat kumemandangnya
Syukur tlah kau beri penglihatanku ini
Walaupun terkadang dosa mengundang mata
Trus merasukiku untuk melupakanMu
mengganti kaji ayatMu dengan dosa kesenangan sementara.....
Kumemohon kepadaMu jangan ambil penglihatanku
Hitam kelam hanya gelap yang akan bertandang
Untuk yang kesekian kali berikan kessempatan lagi
Masih ingin aku melihat kebesaranMu
Allah jangan ambil penglihatanku
(-->  ketika mata yang memandang dunia mulai memudar buram menuju hitam, siapkah kita menerima semua karena gelap keabadian akan menyapa, apakah kita akan lakukan yang terbaik karena sebentar lagi cahaya tak lagi bicara ,hanya kenangan di kepala tentang merah,biru ,kuning yang tersisa dan akhirnya semua terlupa )

Adapted from “Jangan Ambil Penglihatanku”
A Nasyid by Tazakka





Lomba

Hidup ini memang bisa dikatakan perlombaan. Jika disebut perlombaan, maka ada sesuatu yang diadu disini. Ada nilai yang menjadi standar, yang sama-sama dipacu untuk mencapai finish.
Banyak hal yang menjadi standardisasi. Katakanlah lomba lari, lomba balap karung, lomba makan kerupuk yang menomorsatukan kecepatan. Atau lomba menulis, lomba cerdas cermat, lomba tilawah qur'an, dan lain-lain yang mementingkan substansi. Semua perlombaan. Dan sangat lazim bagi sebuah perlombaan, untuk menelurkan pemenang.

Klasiknya, semenjak belum berbentuk apa-apa pun, kita sudah dipacu oleh lomba. Tentu tahu tentang kisah Sperma Sang Juara kan? Dan seterusnya, kita berlomba. Bersaing. Adu cepat, adu cerdas, adu kualitas, adu kuantitas. Dirumah, bersaing dengan saudara-saudara untuk merebut perhatian orangtua. Di jalanan. Masuk SMP, SMA, kuliah.. semua berpacu antara kecepatan, otak, dan mungkin sedikit keberuntungan.
Belum lagi yang berlomba dengan masalahnya. Selayaknya lomba lari, kucing-kucingan dari masalahnya sendiri. Padahal Allah sayang padanya, andai ia mau berbaik sangka, dan menyalami serta merangkul masalah tersebut sebagai kawan hidup. Untuk memetik hikmah darinya. Untuk mengupgrade bekal hidupnya. Untuk memelihara sabarnya.

Sampai akan mati pun, kebanyakan kita berlomba dengan maut atau penyakit. Siapa duluan kah, antara sel darah putih atau virus yang menguasai sistem tubuh kita. Siapa duluankah, antara sel kanker ganas dengan silet dokter bedah yang mengoyak organ kita.

Hidup ini mungkin seperti perlombaan.
Dan perlombaan mengajarkan kita apa artinya sportif. Bagaimana pedihnya kalah dan euforia kemenangan. Betapa penting artinya untuk terus mencoba. Menghargai kejujuran dan peraturan. Menghargai kebersihan proses untuk hasil yang baik. Hidup ini seperti perlombaan, hanya saja sebuah lomba yang panjang, melelahkan, penuh strategi. Jangan biarkan proses berlalu tanpa ada poin hikmah yang bisa kita ambil. Jangan biarkan proses melemahkan hasil. Selalu luruskan niat..

#yuk, fastabiqul khairat!

Sunday, July 31, 2011
semangat 27!
Saturday, July 30, 2011

Sendirian itu nggak baik.. kalau lama-lama.
Sebagai manusia yang dinyatakan memiliki kepribadian sanguinis hingga lebih dari 60 persen, gw lebih menyukai berada diantara teman-teman.
Tapi karena 20 persen sifat melankolis menjadi oposisi melankolis dalam diri gw, ada masanya jika hormon-hormon tertentu mempengaruhi, maka i’m tottaly being melancholic dan menyepi sampai berhari-hari. Males isi pulsa, males keluar, males liat muka orang.
Emang nyaman sih sesekali punya waktu untuk diri sendiri.. dengerin pikiran berkata-kata, mengatur napas..hh. Merenungkan suatu kejadian, mengambil hikmah trus nyaba-nyabarin diri. Menjaga agar pikiran gak lari-lari ke ranah negatip.. Membangun ulang konsep diri, menata semangat yang rontok.. banyak deh..
Tapi kelamaan sendirian juga gak baik —in my opinion, tapi sifatnya menurut gw juga global— Sendirian itu menenggelamkan. dan tenggelam itu bahaya.. haha. Sendirian itu bisa memicu berbagai macam ide lahir dari imajinasi yang terlalu sedeng. Beh, seringkali timbul hasrat yang aneh-aneh, juga pemikiran yang cenderung destruktif (ini kalo lagi terlalu down atau sedih). 
Sendirian itu butuh asupan iman yang kuat.. apa hubungannya dah? iya, iman itu kan percaya.. ketika kita sendiri, kalo imannya gak kuat, kita mungkin ‘lupa’ kalo sebenernya kita percaya bahwa Allah swt terus monitorin kita. Penebalan iman akan terus bikin kita siaga, sehingga walaupun sendirian, kita masih inget kalo kita percaya Allah liat kita. Everywhere, everytime.
But we never be alone. Gak akan pernah bener-bener sendirian.. Langit itu tembus pandang biarpun berlapis tujuh :)
ALLAH alwasy watc u!
*dalam rangka meramaikan kesendirian
Tuesday, July 26, 2011

in the name of Allah the Merciful, the Mercigiving..
katanya, orang nyentrik itu jarang beberes!(kata siapa, coba?)
haha, nyentrik apa males ya? hmm, jujur aja saya termasuk orang yang jarang beres-beres dulunya (FYI, dulunya lho.) apakah saya nyentrik? well well well..
istilah kerennya rih reroom.. harfiahnya kan meng-kamarkan-kembali. Berarti kembali menghadirkan kondisi yang layak disebut ruangan darip yang tadinya mirip lokasi ledakan bom buku. Atau tkp helikopter terjun? whatever..
Sunday, July 10, 2011
Sebaaaal >.<
Jangan sampai saya bergabung dengan GAM nih. Ups, bukan Gerakan Aceh Merdeka yang suka bawa-bawa senjata itu, tapi GAM alias Gerakan Anti MLM.
 Jangan deh, soalnya ibu saya adalah salah satu penggiat MLM, tapi MLM syari'ah, dengan konsep yang sama sekali berbeda daripada MLM konvensional. MLM ini.. ah, sudahlah, nanti aja kita ngomongin MLMs-nya.

Kemarin seoran kawan, sebut saja Sisi, mengajak saya menghadiri suatu acara di sebuah resto besar, di Margonda. Karena waktu itu memang sedang ada waktu luang, saya ngikut deh. Padahal sih nggak dikasih tahu dari awal, itu acara apa. Tapi karena didorong faktor-faktor seperti bosen dirumah, dan yang ngajak adalah kawan gaek (dari es empe sampe kuliah), ya sudah, berangkatlah.
Sebaaaal >.<
Jangan sampai saya bergabung dengan GAM nih. Ups, bukan Gerakan Aceh Merdeka yang suka bawa-bawa senjata itu, tapi GAM alias Gerakan Anti MLM.
 Jangan deh, soalnya ibu saya adalah salah satu penggiat MLM, tapi MLM syari'ah, dengan konsep yang sama sekali berbeda daripada MLM konvensional. MLM ini.. ah, sudahlah, nanti aja kita ngomongin MLMs-nya.

Kemarin seoran kawan, sebut saja Sisi, mengajak saya menghadiri suatu acara di sebuah resto besar, di Margonda. Karena waktu itu memang sedang ada waktu luang, saya ngikut deh. Padahal sih nggak dikasih tahu dari awal, itu acara apa. Tapi karena didorong faktor-faktor seperti bosen dirumah, dan yang ngajak adalah kawan gaek (dari es empe sampe kuliah), ya sudah, berangkatlah.

Ternyata ada seorang lagi yang mendapat ajakan serupa dari Sisi. Teman satu jurusan saya, kita sebut dia Ayi. Kami memadu janji untuk bertemu (asiiik) di sebuah tempat sekitar pukul setengah dua GMT +7.00. Setelah semua kumpul,  Sisi memandu kami menuju resto tempat diadakannya acara.

Saya dan Ayi masih bertanya-tanya, sebenarnya ada acara apa. Kenapa rasanya rahasia banget. Jangan jangan oh jangan begadang nih. Apasih. Dan semakin lama resto itu makin ramai, mungkin sekitar 200 orang lebih memadati resto tersebut. Kami belum memasuki tempat acara, masih berleleran nunggu diluar. Tiba-tiba ada seorang cowok yang menyapa saya. Kejadiannya mungkin kayak di sinetron. Nggak deeeng..

"Hai, Pit."
"Eh.. lho, kok lu bisa disini?" Saya kaget. Kirain oh kirain, siapa yang nyapa. Ternyata seorang teman sma dan kuliah, anak jurusan tetangga. Mari kita sebut dia Ryan.
"Hehehe.. gak nyangka Pitri mau dateng.. siapa yang ngajak?"
"Si Sisi. Emang ini acara apaan sih? Gue juga nggak dikasih tau.."

Lalu kami terlibat orolan basa basi, daripada bengong nggak jelas kayak si Ayi. Ayi ini memang orang yang gampang bosan. Hehe, piss ya, Yi. Ryan akhirnya ngobrol sama Sisi dengan seru. Karena ngomongnya didepan saaya, mau nggak mau ya kedengeran.

"was..wess.woss.. downline lu berapa?"
"woss.. anak elektro belum ada yang di prospek.."
Was.. wes.. upline..woss"
"bonus gue..wos woss.."

TING! (lampu nyala)
Oalah. setelah mencerna penggalan-penggalan barang bukti serta mengolah TKP, paham dah saya. Ternyata ini acara presentasi bisnis MLM gitu deh. Pas saya bisikin si Ayi, dia malah melengos.

"Males geeela gue.."
"He eh," sahut saya.
"mana laper.."
"He eh,"
Dan kami sama-sama bertampang bete. Tapi segera ganti tampang (??), karena nggak boleh bertampang masam sama sodari sendiri, paham ente?

Setelah satu jam setengah(!!!), akhirnya pintu dibuka dan kami boleh masuk. Sisi menuntut agar saya dan Ayi duduk didepan. Gulp. Gak masalah sih, saya suka suka aja duduk didepan. Tapi, kan keluarnya jadi susah.

Dan.. di dalam pun, masih nunggu lagi. Ternyata pesertanya bauanyak, jadi kita nungguin panitia ngatur peserta dan ngakalin gimana caranya peserta kebagian duduk semua. kira-kira dua puluh menit terbuang kemudian. Tampang Ayi makin asem aja diliat. Boleh nih ngerujak. haha.

Singkatnya, acara dibuka oleh duo Mc yang (katanya) heboh dan dahsyat. Screen di depan mulai menampilkan, "SELAMAT DATANG DI PRESENTASI BISNIS PT (tiiiit) INDONESIA."
Setelah heboh heboh tepuk tangan dan neriakin jargon, mulailah presentasi itu.

Ini bukan pertama kali saya diprospek untuk ikutan MLM. Jadi kurang lebih taulah.  Memang, MLM kali ini berbeda sama MLM-MLM yang lainnya. Kalau MLM lainnya menekankan pada penjualan dan tutup point, MLM yang ini lebih fokus ada pengembangan jaringan. Sistemnya juga bukan bonus per bulan, melainkan per hari.

Karena tadi kami datang jam 2 kurang dan acara baru dimulai jam 3 lewat, hari sudah semakin sore sementara acara masih belum masuk ke inti. Dengan menyabar-nyabarkan hati, saya  tetap mengikuti. Tapi seertinya raga aja yang masih utuh ditempat, sementara pikiran udah mulai ngelindur kemana-mana.

Ngelirik si Ayi, suram bener tampangnya. Akhirnya, saya nengok ke belakang. Masya Allah.. itu lautan orang semua. Sampai luber ke gang diantara jejeran kursi. Sampai ke atas juga.. bahkan sampai duduk di jendela. Dahsyat bener, dah.

"(gulp) Ayi, liat kebelakang deh.."
"Bujug daah.. rame banget. Gimana kita bisa keluar nih?"
Saya mengedikkan bahu. Kelihatannya memang tak ada spasi untuk lewat.

Karena benar-benar bosan tingkat dewa, saya memutuskan online via hape. Dan, barulah saya lihat jam.
Doeng. Jam lima lewat !
"Ayi, ente lagi sholat nggak?"
"Kaga mpit. Emang ente sholat?"
"Sholat! liat dah jam berapa sekarang.."

Tulilit, si Sisi sms.
-kalian mau pada sholat ashar nggak?-

Yaampun.. kenapa juga ditanya. Sholat kan bukan kemauan, tapi kewajiban!
Segera saya balas sms Sisi dengan nada mendesak.
-Iyalah! udah jam berapa ini? Sholat dimana nih?"-

"Aduh gimana dong Yi.."
"Sabar-sabar mpit.."

Nggak lama, Sisi balas.
-Keluar aja..-

Ngek. Saya nengok lagi ke belakang, ke kerumunan manusia ini. Lewat mana keluarnya coba?
"Ayi, gimana nihh.."
"Udah mpit, ayo kita keluar.."
"lewat mana coba keluarnya? masa kita nginjek-nginjek orang?"
Ayi tampak bingung juga. Setelah kami mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan, didesak waktu juga, akhirnya kami memutuskan nekat menerobos orang-orang itu!

Ugh, mana duduk paling depan. Jadi pusat perhatian ratusan orang-orang pas kita berdiri dan bermisi-misi. Dan ternyata benar, lumayan sulit keluar dari situ. Setelah berhasil keluar, barulah kami bernapas setengah lega dan mulai misuh-misuh.

Akhirnya, dianta Ayi yang mengendarai motor, saya sholat di masjid UI dengan perasaan campur aduk. Untung masih sempat.. Astaghfirullah..

Saya nggak habis pikir.. bagaimana ratusan orang tersebut bisa sholat ashar? Nggak terlihat mobilisasi sedikitpun.. dan para leader juga pembicara presentasi MLM tersebut juga selalu di depan saya..
Terlebih lagi, saya yakin mayoritas yang hadir disana penganut islam. Apakah demi sebuah presentasi tentang berjuta juta uang mengalir ke rekening anda, atau mobil keren yang bakal jadi milik anda, dapat mengesampingkan hak dan kewajiban mutlak kita? Sebagai Muslim?
Saya jadi berpikir, apakah harta sudah sedemikian menyilaukan mata para leader sehingga melupakan ibadah sholat. Astaghfirullah.. tuh kan! saya jadi subjektif!

Tapi, jujur, hal inilah yang membuat saya kecewa dan sakit hati. Demi dunia, gitu loh. Kenapa nggak sekedar diberitahukan, misalnya, dalam jeda presentasi tersebut, bahwa waktu ashar sudah tiba, dan mau habis? Berbusa-busa mereka memerkenalkan bisnis mereka, kisah sukses orang-orang yang jadi kaya raya setelah ikut bisnis tersebut, mungkin melupakan bahwa hakikat hidup kita manusia adalah beribadah kepada-Nya. Mungkin ini masalah prioritas. Maka, saya merasa beruntung hari itu pulang lebih awal.

Kenapa saya nggak menyadari juga kalau waktu sholat sudah mau lewat? Begitu hingar bingarnya acara tersebut, begitu ramainya acara, membuat saya mengalami disoriantasi waktu. Memang, hal ini juga salah saya, karena kebodohan kan keterbatasan saya, seorang fitri yang pelupa dan ceroboh.

Hingga kini, kurang lebih 3 orang berbeda yang mengajak saya ikutan bisnis yang sama. Mungkin jika saya tipe orang materialistik, saya udah ikutan dari kapan tau. Tapi, orientasi saya dalam berbisnis bukan materinya. Urgensinya, manfaatnya.. sst, bukan disini tempanya. hehe, nanti ya, cari lapak yang lain ^^

weel, itu ceritaku. apa ceritamu?
#no offense ya.. bukan mau ngejelekin..
Saturday, July 2, 2011
Bismillahirrahmanirrahim.

Kadang-kadang kalo lagi di jalanan pas bawa motor (baca; mengendarai-- mana kuat BAWA motor?? :P), sering banget ngelamun.  Seringnya sih ngelamun pas lagi jalan pelan, sekitar 30-40 lah. Tapi pernah, pas di Jalan Juanda yang lenggang dan lempeng, ngelamun di kecepatan 60-80/jam. Rasanya kayak melayang. Tau-tau, ada kijang merah mendadak nge-sein kiri trus main belok aja ke kiri (pom bensin). Selama kira kira dua puluh detik itu, untung masih sempet ngerem, dan kijang itu juga nggak mau ngalah. Untung masih sempat.

Yang paling menyebalkan menurutku kalo cewek yang bawa motor. Mereka lebih ngebut dari cowok, lebih nekat, dan suka ngeselin. Well, aku juga perempuan, dan itu lebih melipatgandakan kesan buruk bahwa kalo cewek suka ngeselin di jalanan.

Nggak semua cewek, tentu, tapi ada beberapa cewek yang begitu. Pernah, waktu itu jalanan nggak gitu rame, dan arah lawan kosong. Karena waktu itu rada buru-buru, kusalip aja dua motor didepan. Wong jalanan depan juga kosong, dan nyalipnya juga gak cepet-cepet amat. Eh tiba-tiba, salah satu motor yang kusalip (yang bawa cewek, naik matic) langsung nyalip balik. Awalnya gak gitu peduli, lagian jalanan juga lagi kosong.. sampe pas ada jalanan yang rusak, dan cuma jalur kanan (jalur lawan) yang masih rata, aku salip dia balik, setelah liat jalanan depan cuma ada motor dan masih jauh. Eh, matic itu langsung nyalip balik dengan kecepatan tinggi, padahal dia di jalan yang rusak, trus kayak mau nyalip aku balik. Kasih daaah tuh, dia. Dan setiap aku nambah kecepatan atau ambil ancang-ancang mau nyalip dia, dia langsung ngalingin dan makkin ngebut. Lah, mba, siapa juga yang mau balapan? Akhirnya kupelanin dan biarin dia duluan, biar puas.. juga nggak bikin panas, hehe.

Satu lagi, cewek-cewek yang ngeselin, bawa motor (biasanya sore atau siang), nggak pake helm, pake celana hot pants, trus boncengan bertiga. Udah gitu, ketawaa terus sepanjang jalan! Heran dah, apa yang lucu, siapa yang ngelawak, coba?  Jalannya juga ngebut, lagi. Kalo keluar gang atau mau belok ke gang suka nggak nghasih sein, dadakan.

Jalanan itu seru, nantangin, unpredictable.
Jalanan seperti sebuah simulasi hidup, berkelok-kelok dan banyak ujian. Penuh aturan, saling berlomba, bahkan bermain kotor. Harus tau kapan nge-gas dan ngerem, nyalip dan belok harus ada aturannya. Kadang, ban bocor atau kempes sehingga kita harus beristirahat memulihkan kondisi. Sparepart kendaraan juga harus dirawat, bahkan diganti. Ada rambu yang mesti dipatuhin, kalo nggak bakal chaos seperti di perempatan pasar lama-sawangan-pitara.

Ada juga yang celaka, ditabrak, menabrak, mental, terlindas, dan macamnya. Ada yang karena salahnya sendiri, maupun kesalahan pengguna jalan lainnya (perbuatanmu, dosamu, mungkin merugikan orang lain juga!).
Saturday, June 25, 2011
Seandainya otakku punya selang panjang yang di ujungnya ada mata pena, mungkin tak henti-hentinya tulisanku lahir. Setiap sebentuk ide terkonsep, setiap pikiran yang terajut, mungkin akan langsung mengalir di selang tersebut menuju pena, dan tak lama, lahirlah sebuah tulisan.

Untungnya hal itu nggak terjadi.. bayangkan jika aku menulis hanya dengan menggunakan otak. Buahnya adalah segala rasionalisme dan intelektual yang nggak dinaungi norma. Memang ramai dan mudah untuk dicerna akal, mudah meresap dan kelihatannya mungkin keren seperti orang pintar. Tapi.. gersang. Panas, tidak menyejukkan.
Tuesday, June 21, 2011
Jejen: Sony Ericsson K770i. cantik, bodi tipis, chocholate skinned, friendly, koperatip, keren, atletis dan tahan banting

Jengjeng: PC intel core duo-motherboard ASUS-nVidia G Force-LCD BenQ. cantik dan elegan, black skinned, gampang panas, suka nyanyi, suka maen film, moody.

Jero: Yamaha Vega ZR. ganteng-macho. Jarang mandi, doyan pertamax, paling senang dan baik hati kalo diajak jalan, lincah.

Bos: orang yang sangat menyayangi dan merawat Jejen dkk. Baik hati.

(Suatu malam yg gerah dan mendung.)
Bos: apdet status aah..

Jejen: bos, emang punya pulsa?
Sunday, June 12, 2011
"ALLAH itu Mahaadil kok."

Salah satu sifat yang paling dilematis dari diri saya adalah nggak enakan dan nggak tegaan. Kata beberapa orang, itu yang bikin saya jadi nggak tegas. Setiap ada yang ngutang, jarang saya tagih kecuali orang itu ngutang dalam jumlah besar dan saya lagi butuh uang. Setiap ada kakek-kakek jualan sapu, pisau, makanan atau yang lainnya, pasti saya ngeliatnya pengen nangis (bukan pengen beli). Usianya yang sudah uzur, tubuh tuanya yang ringkih, pandangannya yang meluluhkan hati. 

Setiap ditolongin orang, saya juga bawaannya galau terus. Ya nggak enak lah sama orangnya, takut ngerepotin, bingung gimana lagi caranya ngungkapin terima kasih, dan lain-lainnya. Kalo ada orang salah juga gitu, dalam kebabyakan kasus saya cuma bisa bilang "nggak apa-apa.." atau yang paling sadis pun, cuma melirik ke si-yang-punya-salah, trus berlalu tanpa berkata-kata.

Apalagi, kalo nonton filem sedih, (permisi, asal bukan sinetron atau cerita cinta-cintaan cengeng ya.) kayak Taehukgi, Hachiko, atau One Litre of Tears. Banjirlah. 

Kalo kata seorang sahabat saya yang baru aja menyaksikan saya ngasih duit kepada pengemen ketiga pas kita lagi makan di tenda biru, "Kamu terlalu ngasianin orang, sampe nggak ngasianin diri sendiri.. punya duit buat pulang nggak?" katanya. 
"(gulp.) Ada kok.. masih ada recehan." Tangkis saya.
"Hh.. sekali-kali, belajar bersikap koleris.."
"..." dasar koleris sejati, pikir saya.  

Apa hubungannya koleris dan melankolis soal ngasih-duit-ke-pengamen?
Wednesday, June 8, 2011
Beberapa saat yang lalu.. Tumbuh sebuah tunas kecil di hati ini.
Awalnya, biasa saja. Namun kelamaan, rasanya ada yang mengganjal. Ada yang mengganggu.
Tunas itu masih kecil. Mungkin dengan satu atau dua daun mungil. Akarnya sudah merambat, meskipun belum mencengkram kuat. 

Kucoba meneliti tunas ini. Ada yang salah, ya.. aku tau ada yang salah. Tunas ini berpenyakit!


#ugh


Selidik punya selidik, setelah menelusuri akar utama yang lebih dulu mengecambahi, kutahu ini tunas IRI. Ya, tunas iri yang tumbuh dan siap bermetamorfosa menjadi penyakit, lalu kemudian akan menjangkiti hati ini!  Astaghfirullah.. astaghfirullah..


Bukan iri oleh materi.. karena subjek yang dimaksud tak memiliki bentuk kecuali realisasinya. Aku iri karena dia begini dan begitu. Aku iri karena dia bisa begini dan begitu. Aku iri atas prestasinya. Apa yang bisa dibanggakan darinya. Aku melihat intan di pangkuanyya, serta debu di pangkuanku.


Astaghfirullah..
Aku tau. Kita nggak akan jadi apa-apa kalau kita nggak menjadikan diri apa-apa. Menjadikan diri apa-apa berarti mengorbankan apa-apa yang dimiliki, bersedia ngapa-ngapain dan diapa-apain. Maka kita akan menjadi apa-apa.
Aku sudah menjadikan diri jadi apa? Kalau aku iri kepada mereka yang menjadi apa-apa, mengapa aku nggak ikutan menjadikan diri apa-apa supaya aku juga bisa?

Aku mau lebih bersyukur.. nggak mau retorika syukur. (padahal tulisan INI juga retorika ya..)
Aku akan melakukan apa-apa yang kubisa, belajar apa-apa yang belum kukuasai, dan membereskan apa-apa yang belum pada tempatnya. Retorika ini, semoga bukan hanya retorika.

BISMILLAH!

(pojok aula lt.3 gedung Q, saat sidang umum LPJ HMJA oleh MPM PNJ 10-11)
Friday, May 13, 2011
everyday is ur day mum.. love u :*
masa-masa perjuangan! Rohis SMAN 5 nurul Qalbi

kpmd pin project :)

my beloved cave ^^

Wednesday, May 11, 2011
Tipe Pelaku Santai adalah orang-orang yang ramah dan bahagia. Mereka menikmati kebersamaan dengan orang lain. Cerdas, pandai bicara, jenaka dan penuh pesona, mereka suka menjadi pusat perhatian. Mereka tidak suka sendiri. Semangat hidup mereka membuat orang lain merasa nyaman ditemani mereka dan membuat mereka cepat mengenal orang lain. Tipe Pelaku Santai menikmati saat-saat terbaik dari tiap kesempatan – banyak orang tipe ini berbakat membuat seluruh hidup mereka bagaikan suatu pesta besar. Kebosanan tidak akan terjadi jika ada mereka karena mereka sangat pandai menghanyutkan orang lain dengan antusiasme, suasana hati riang, dan optimisme mereka.

Pemikiran abstrak dan filosofis mendalam mengenai arti kehidupan tidak terlalu menarik minat tipe Pelaku Santai. Mereka pragmatis, realistis, dan benar-benar hidup dalam kekinian. Dalam bekerja mereka juga lebih suka jika semuanya sudah siap sehingga mereka bisa menjalankan tekad mereka dengan sebaik-baiknya. Tidak masalah bagi mereka menangani beberapa tugas sekaligus dan mereka justru gemilang di saat genting! Kegiatan dari beragam bidang dengan banyak kontak sosial sangat tepat bagi mereka. Orang juga jarang menemukan mereka berdiam diri saat waktu senggang; karena sifat mereka yang terbuka dan penuh rasa ingin tahu, kebanyakan dari mereka memiliki banyak hobi dan minat. Mereka tidak takut akan hal-hal yang belum mereka ketahui: karena mereka luwes dan kreatif, dengan cepat mereka menyesuaikan diri dengan situasi-situasi baru dan memanfaatkannya dengan baik. Kadang-kadang mereka terlibat konflik dengan peraturan atau hirarki yang ketat, yang langsung membuat mereka merasa terpasung hingga berontak terhadapnya.

Sebagai teman, tipe Pelaku Santai adalah orang-orang murah hati dan gemar menolong yang sangat mementingkan hubungan harmonis dan suasana yang mendukung. Sikap mudah bergaul mereka membuat mereka memiliki lingkaran besar pertemanan dan mereka suka jika rumah mereka dipenuhi beragam tipe tamu. Dengan senang hati mereka melarutkan diri pada suasana hati dan minat mereka yang spontan ke dalam satu atau dua hal penting saja. Ini membuat mereka kelihatan agak tidak bisa ditebak bagi mereka yang memiliki sifat lebih pendiam. Saat sungguh-sungguh penting, Anda bisa mengandalkan mereka seratus persen. Sebagai pasangan, mereka kreatif, bergerak cepat, dan imajinatif – asalkan pasangan mereka tahu bagaimana membuat mereka terpesona. Mereka nyaris tidak bisa tahan dengan kebosanan atau rutinitas dalam suatu hubungan. Mereka sama sekali tidak menyukai konflik; jika sebuah hubungan jadi membutuhkan terlalu banyak ketahanan atau upaya, mereka cenderung menarik diri dari hubungan tersebut dan mulai mencari pasangan baru. Namun demikian, jika Anda berhasil terus menyalakan rasa ingin tahu mereka dalam jangka panjang dan memberi mereka kejutan dari waktu ke waktu, Anda akan mendapatkan pasangan yang setia dan penuh cinta.
Tuesday, May 10, 2011
"elu oon sih pit, pantesan masuk *** (kampus saya.)..!" ujar salah seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri yang berkampus di depok, tetangga kampusku.
panas?? oh, tidak. aku benci bukan main. aku memang suka gak nyambung dan pelupa. tapi bukan karena itu aku disini.

(dumelanku waktu itu, "emang elu masuk ** karna apa?? kesian deh lu,." Astaghfirullah..)

sayang sekali, anda salah. saya disini karena Allah menghendakinya. ini ikhtiar terbaik, sungguh.aku hanya mampu memompanya ke titik ini, sambil mengabaikan inginnya aku mengikuti simak ui dan kawan-kawan. mengabaikan protes potensi yang menjerit tak setuju jika aku 'berhenti' disini, begitu saja.
(kalau bukan tanpa kenekatan, yang akan terjadi detik ini tak terbayangkan.. *bergidik)

kenyataannya begini. yah, betapa Allah mahaadil. diletakkanNya aku disini, dihamparkanNya aku pada kisah ini. menjadi pionNya diatas sepetak papan kehidupan. masing-masing punya cara sendiri untuk berjalan, punya peran sendiri untuk mencapai tujuan. kemenangan.

menghadapi kenyataan.
tanpa maksud berandai-andai, aku membayangkan apa jadinya aku setahun lagi. dua tahun lagi. lulus, lalu tahun berikutnya. dan seterusnya..
visi? ahh, ya. visi temporer.
tingkat satu, kata seorang kakak; masih-bebas-menentukan-dimana-kita-bermain, membangun-basis-kepercayaan, belajar-melihat-mendengar-dan-bermain-dengan-cantik.
apa langkahku hari ini, akan membias pada pada bentangan masa depan..
dimana pun berada, itulah medanku. itulah uhudku.

memntomori
fithrinusya@yahoo.com
"elu oon sih pit, pantesan masuk *** (kampus saya.)..!" ujar salah seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri yang berkampus di depok, tetangga kampusku.
panas?? oh, tidak. aku benci bukan main. aku memang suka gak nyambung dan pelupa. tapi bukan karena itu aku disini.

(dumelanku waktu itu, "emang elu masuk ** karna apa?? kesian deh lu,." Astaghfirullah..)

sayang sekali, anda salah. saya disini karena Allah menghendakinya. ini ikhtiar terbaik, sungguh.aku hanya mampu memompanya ke titik ini, sambil mengabaikan inginnya aku mengikuti simak ui dan kawan-kawan. mengabaikan protes potensi yang menjerit tak setuju jika aku 'berhenti' disini, begitu saja.
(kalau bukan tanpa kenekatan, yang akan terjadi detik ini tak terbayangkan.. *bergidik)

kenyataannya begini. yah, betapa Allah mahaadil. diletakkanNya aku disini, dihamparkanNya aku pada kisah ini. menjadi pionNya diatas sepetak papan kehidupan. masing-masing punya cara sendiri untuk berjalan, punya peran sendiri untuk mencapai tujuan. kemenangan.

menghadapi kenyataan.
tanpa maksud berandai-andai, aku membayangkan apa jadinya aku setahun lagi. dua tahun lagi. lulus, lalu tahun berikutnya. dan seterusnya..
visi? ahh, ya. visi temporer.
tingkat satu, kata seorang kakak; masih-bebas-menentukan-dimana-kita-bermain, membangun-basis-kepercayaan, belajar-melihat-mendengar-dan-bermain-dengan-cantik.
apa langkahku hari ini, akan membias pada pada bentangan masa depan..
dimana pun berada, itulah medanku. itulah uhudku.

memntomori
fithrinusya@yahoo.com
Aku Cantik!

Kulihat wajahku di cermin. Mataku yang bulat dan jernih, hidungku yang ramping walaupun gak mancung. Bibir yang terukir sempurna, merah merona. Pipi yang imut, alis yang melengkung indah. Rambut hitam tergerai manja, wangi pula. Biarpun polos tanpa make up begini, tetap saja aku terlihat cantik!

Hem, bukan kepedean atau narsis lho. Tapi, aku memang cantik. Kalo aku ganteng, wah bahaya.. bisa bisa dianggap bukan perempuan normal, hehehe. Banyak teman-teman juga setuju demikian. Alhamdulillah, syukurku dalam hati yang berbunga.

Kuamati lagi pantulan diriku di cermin. Hmm, jadi seyum-senyum sendiri..

"Ih h, ngapain lo senyum senyum sendiri? kesambet ya??"

Aku menoleh. Ternyata suara itu milik sahabatku yang iseng, Pipit.

"Yee, gak bisa liat orang seneng apah.." Balasku manyun.
"Ngaca melulu, takut cantiknya ilang yaa? hihi.." Ujarnya geli sambil ikutan ngaca disebelahku.

Benar juga. Lambat laun, usia akan mengambil alih wajahku. Rambut rontok, beruban, kulit keriput... Wah, aku jadi gak cantik lagi dong!

"Dih, bengong lagi.. " Ujarnya sambil menyikutku. Kulempar senyum manyunku kepadanya. Kuperhatikan, sebenarnya pipit juga cantik, hanya saja ia menutupinya dengan kain lebar sedada yang dipakainya.

"Pit, kamu sebenernya cantik juga ya.." Ucapku iseng.
"Iya doong, hehe.. " Balasnya tersipu.
"Tapi, sayang banget kamu pake jilbab, rambut panjang kamu jadi ketutupan. Muka kamu juga jadi agak tersembunyi." Lanjutku- acuh.
"Yee, justru itu, aku mau jaga kecantikan aku .." Katanya santai.
"Maksud kamu? malah sayang dong ditutupin.." Balasku.
"Aku mau jaga supaya cantiknya aku ini hanya bisa dinikmatin sama orang-orang terpilih.. gak sembarangan.." Ujarnya mulai serius.

Aku jadi penasaran.

"Ih, aku makin gak ngerti deh.. Jadi, kamu pake jilbab sebenernya buat apa?" Kataku sambil duduk di kursi. Pipit ikut duduk disebelahku.
"Aku pake jilbab, karena ALLAH nyuruh begitu. Liat deh di surat Al Ahzab ayat 59.. 'Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Aku garuk garuk kepala.. Mulai deh si Pipit dakwah..
"Hmm iya, iya, terus? maksudnya?"
"Yaa, liat sendiri kan? kalau ALLAH yang nyuruh, berarti udah harga mati buat para perempuan supaya pake jilbab, alias nutup aurat.. " Ujarnya santai.
"Terus? Gitu doang? pake jilbab supaya mudah dikenal dan gak diganggu, maksudnya gimana?" Ujarku.
"Iya, mudah dikenal, maksudnya jilbab sebagai identitas kita wanita muslim. Hayo, kamu ngaku muslim kan? Terus, supaya gak diganggu, karena Insya Allah, Allah bakal jagain kita selama kita menjaga syariat-Nya.." Terangnya panjang lebar.
"Hmm.." Aku berusaha mencerna kata-katanya.
"Gini deh, kalo kamu beli kue, pilih yang dijajakan terbuka apa yang dibungkus pelastik?" Tanyanya tiba-tiba.
"Ih, gak nyambung amat. Kita lagi ngomongin jilbab kan.." Protesku.
"Udah, jawab dulu.."
"Aku beli yang dibungkus lah. Kalo beli yang udah terbuka kan belum tentu bersih. Udah dipegang-pegang sama orang, dilalerin, kena debu.." Jawabku sekenanya.
"Nah, sama kayak perempuan, kita ini kan mahal. Lebih terjaga kualitasnya kalo 'dibungkus' alias pake jilbab kan? Kalo nggak, banyak yang udah nikmatin kecantikkan kita sembarangan, bahkan bisa nimbulin maksiat, seperti nafsu dan sebagainya.." Ujarnya sambil nyengir.

Hmm, bener juga ya..
"Tapi, aku belum siap pake jilbab.. aku kan masih petakilan begini.." Kataku.
"Segalanya butuh proses.. Gak ada hujan tiba-tiba ngejebyur dari langit gitu aja, ada proses hidrologinya. Ketika kita berjilbab, otomatis kita bakal memperbaiki diri, karena jilbab jadi pengingat kita kalo mau yang aneh-aneh. Malu sama jilbab, gitu.. eh yang penting, malu sama ALLAH. Kalo kita terus terusan gak siap pake jilbab, artinya kita gak siap memperbaiki diri, kita gak siap masuk syurga, kita masih siap buat maksiat teruus.. tapi tetep, semua itu butuh proses." Ujarnya kalem.

"Iya sih.." Kataku sambil manggut-manggut. Gile, si Pipit pinter juga.. haha.

"Terus, berjilbab itu kan gak semata-mata pake kerudung doang. Pakaiannya juga mesti diperhatiin. Gak boleh ngetat, transparan, ngatung apalagi. Harus nutup semua aurat, komplit!" Tambahnya.
"Ih, pake jilbab ribet banget, gak bisa modis.. " Rutukku pelan.
"Euy, hikmahnya tuh supaya gak banyak pitnah.. Kamu pikir, kejadian perkosaan dan pelecehan seksual itu gara-gara kesalahan cowok cowok mata keranjang? Gak ada kucing yang nolak ikan, say.. Gak ada laki-laki yang nolak badan seksi dengan baju kurang bahan berseliweran.." Katanya dengan berapi-api.

Kata-kata pipit berkejaran di benakku. Aku kembali menoleh ke cermin. Tapi, wajah cantikku..
"Kamu, aku yakin bakal lebiiiih cantik luar dalem kalo pake jilbab. Percaya deh sama aku. Gak hanya laki-laki yang baik, ALLAH pun bakal makin perhatian sama kamu.." Ujar Pipit sambil tersenyum manis.

Bagaimana menurutmu? Menurut Nuranimu?

mementomori
fithrinusya@yahoo.com
Sunday, February 27, 2011
Aku cinta menulis, selayaknya aku mencintai buku.
Buku adalah jendelaku dalam arti sebenarnya dan segala-galanya. Mengintip segala sesuatu dari ketidak-terhinggaan alam semesta ini lewat berbagai macam kepala orang-orang. Meneropong berbagai fenomena dalam bermacam sudut pandang. Apa yang dipikirkan seorang autis tentang kepergian Neil Armstrong ke bulan? Apa kata kata penyesalan yang ingin dikatakan seorang pembuat virus terkejam di dunia?
Aku bisa berkelana ke rawa-rawa penuh hipotesa yang rumit, atau ke padang rumput fakta yang lebih menjanjikan. Berkelana, kadang tersandung suatu konspirasi yang dibuat oleh kelompok/individu yang keji. Kadang melambung tinggi ke langit saat membayangkan fantasi-fantasi C.S Lewis, Lemony Snicket, atau JK Rowling. Lebih sering terpekur di padang yang sunyi dan tenang saat membalik lembaran-lembaran Al Qur’an. Tak perlu aku beranjak, aku bisa kemana saja dengan tetap di kursiku.
Dulu, sebelum terlelap ibuku kerap membacakan cerita dari buku Ba’da Isya. Hmm, ingat deh dulu aku punya sampai jilid 5. Cerita didalamnya bagiku sungguh memukau, dalam imajinasi otak kanan kecilku terbayang Rasulullah SAW yang berlaga penuh cahaya memimpin perang; Fathimah binti Muhammad si cantik nan shalihah yang sabar dan tawakkal; dan kisah lainnya yang penuh hikmah dan himmah.
Aku menyukai buku itu, dan meminta ibuku untuk membacakannya setiap malam. bahkan hingga 2-3 cerita. Sampai serak ia, namun aku tak juga puas. ingin mereguk lebih dalam, menyelami lebih dasar, dan terus merengek untuk dibacakan, walaupun cerita itu sudah dibacakan berulang kali.
“Ibu capek nak, kalo kamu mau tau ceritanya, mending kamu baca sendiri..” tukas ibu suatu kali.
Ha, kesal rupanya.
Baiklah, aku coba. Saat itu, umurku masih 4 tahun, baru saja masuk TK nol kecil. Dikelas, kami biasa menempel gambar, menggunting, menyusun puzzle, memanjati perosotan, memberi makan burung, dan bernyanyi bersama. Seingatku belum ada pelajaran membaca saat itu. Pulang ke rumah, ibuku biasa duduk dihadapanku, diantara kami ada selembar kertas dan pensil, lalu ibu menulis berbagai macam huruf sambil menyebutkan bunyinya. Setiap hari begitu, seringkali diwarnai tangis putus asaku dan gemasnya ibuku.
Benar benar frustasi. aku benar benar ingat, aku selalu tak bisa membedakan yang mana huruf B dan P. Wah, tak terhitung deh cubitan cubitan kecil yang dilancarkan ibu ketika itu. Aku benar benar berusaha untuk bisa membaca, aku selalu ingin mengetahui apa yang orang orang pikirkan atau cerita cerita yang diturunkan. Sebulan, dua bulan, akhirnya mata lidahku mulai akrab dengan huruf-huruf. Setiap sore dan malam, dari rumahku pasti terdengar suaraku yang lantang saat membaca. Memang dulu aku belum bisa membaca dalam hati, maklum anak umur 4 tahun..
Ketika saatnya naik ke kelas B di taman kanak kanak, aku sudah lancar membaca, dan lumayan bisa menulis walaupun kadang ejaannya masih salah. Sementara, jaman itu pelajaran membaca baru diajarkan intensif saat kelas B. Maka, ayahku berinisiatif untuk langsung memasukkanku ke sekolah dasar, jadi aku kelas 1 esde tepat saat umurku 5 tahun. Itulah mengapa aku termuda dikalangan teman teman seangkatan.
Di kelas 1, aku tak kesulitan dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Hanya terhambat sedikit ketika belajar menulis sambung karena sulit luar biasa; tanganku tak lentur sehingga tulisannya kaku dan patah-patah. Ibuku pun kembali turun tangan; setiap pulang sekolah, kami duduk bersisian dihadapan meja lipat. Tangan ibuku menggenggam tanganku yang menopang pensil. Dilenturkannya tanganku, meliuk mengikuti contoh dan perlahan aku mencoba sendiri. Cukup lama juga, kurang lebih 2 minggu baru aku lancar menulis elok. Bukan main bangganya aku saat itu. Keren kan!
Merasa bisa, aku pun semakin sering menulis. semakin lama tulisanku semakin baik dan semakin bisa dibaca (walaupun dengan angle tertentu :):) ). Buku tulis pelajaranku tak luput dari aksi coret coretku, sampai ketika itu Bu Guru komplain karena bagian belakang buku tulisku penuh coretan dan gambar gambar. Akhirnya, ibu membelikanku buku diary, ingat deh waktu itu warnanya pink-biru muda dan bersampul Barbie. Dan, sejak itulah aku menulis.
Aku tak pernah bisa dipisahkan dari kertas dan pensil. Ketika sedang liburang dirumah nenek, aku pernah menangis sejadi-jadinya karena tak ada kertas dan pensil. Akhirnya kakekku memberikan buku kas tua yang sudah usang. Tak jadi masalah, pikirku. masih banyak tempat kosong dibelakang.
Sejak itu, aku menulis dimana saja. Cerpen cerpen ku pun muncul satu persatu. Sayang sekali bundelannya hilang. Padahal bagiku itu adalah cetak biru dan prasasti tak terharga..
Sampai sekarang aku masih mencintai menulis, dan tentu saja buku. Aku masih mencintai buku, itu sebabnya aku menulis :)
Memento Mori.
In The Name Of Allah :)


Ini blog entah yang keberapa.
Blog terakhir sebelum yang ini, bernasib sama dengan blog2 yang pernah dibuat sebelumnya: lupa password.
Yah, berharap blog yang ini langgeng, sakinah mawaddah wa rohmah. Amin.
Isinya juga postingan dari blog kemaren2..


Kalo di internet kan data2nya gak akan ilang insya Allah, soalnya ni komputer ababil banget, dikit-dikit terkapar di tukang service.


Nama-nama tokoh yang berada di blog ini adalah fiktif. Jika ada kesamaan, hubungi kantor pos segera :)


Thanks buat mimi, bibi, Jero, Jejen, Jengjeng, Jenior :*

Followers

Twitter

Twitter

Tuit!

^_^

My Photo
Fitri Nusya
Depok, Jawa Barat, Indonesia
a sanguine girl. an art, cat, and culinary enthusiast.
View my complete profile
pitrinusya's another blog. Powered by Blogger.